Kenali ‘ikan kelelawar berbibir merah’: ia berjalan di sepanjang dasar laut alih-alih berenang dan memiliki warna bibir yang tak seorang pun bisa jelaskan sepenuhnya

Por Matías Mora
11 August, 2026
Imago / Imagebroker / N. Probst

Di dasar Samudra Pasifik, dekat Kepulauan Galápagos dan pesisir Peru, hidup seekor ikan yang memutuskan untuk mengabaikan panduan dasar spesiesnya: alih-alih berenang, ia berjalan.

Namanya adalah Ogcocephalus darwini, ikan kelelawar berbibir merah, dan namanya merupakan penghormatan langsung kepada Charles Darwin, yang merumuskan teori evolusinya tepat di kepulauan tempat hewan ini hidup. Ia menggunakan sirip dada dan sirip perutnya seolah-olah kaki kecil untuk bergerak di sepanjang dasar berpasir, pada kedalaman antara 3 dan 76 meter, sambil mengibaskan embelan di kepalanya—yang disebut illicium—untuk memancing udang, kepiting, dan ikan kecil mendekati mulutnya.

Namun, yang membuatnya viral bukanlah cara ia berjalan, melainkan mulutnya: bibir merah yang nyaris berpendar dan belum ada ilmuwan yang mampu menjelaskannya dengan pasti. Beberapa teori mengatakan bibir itu membantunya mengenali sesama spesiesnya; teori lain, bahwa itu adalah trik untuk menarik pasangan. Anda yang menentukan mana yang lebih meyakinkan.

Puede interesarte