Tiga hari setelah kematian Dolly Parton, Gubernur Tennessee Bill Lee mengumumkan usulan agar Bandara Internasional Nashville menyandang nama penyanyi dan penulis lagu tersebut. Inisiatif ini masih perlu ditinjau oleh otoritas bandara, yang dijadwalkan membahas masalah tersebut pada 17 September.
Penghormatan ini memiliki makna khusus karena Nashville menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Parton. Lahir di Tennessee bagian timur, ia tiba di kota itu pada 1964, tak lama setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, untuk meniti karier di dunia musik. Saat baru berusia 13 tahun, ia sudah tampil di Grand Ole Opry.
Di Nashville, ia membangun sebagian besar kariernya dan menulis lagu-lagu yang kemudian menjadi klasik, termasuk “Jolene” dan “I Will Always Love You”. Ia juga membangun karier filantropi yang signifikan, terutama melalui program Imagination Library miliknya, yang menyediakan buku bagi anak-anak.

Jika perubahan ini akhirnya disetujui, bandara tersebut akan menjadi penghormatan permanen bagi seorang seniman yang memiliki hubungan erat dengan Tennessee.

Dolly datang ke Nashville untuk mencari kesempatan; beberapa dekade kemudian, namanya bisa menjadi nama yang menyambut mereka yang tiba di kota tersebut.
