Zarrius Hildabrand berusia 24 tahun ketika dijatuhi hukuman 59 tahun penjara di Anchorage, Alaska.
Pada malam 5 Agustus 2023, ia merayakan ulang tahunnya yang ke-21 bersama istrinya, Saria Barney Hildabrand, ketika istrinya menemukan pesan di ponselnya yang mengindikasikan adanya perselingkuhan. Menurut jaksa penuntut, beberapa jam kemudian ia menembak kepala Saria sekali dengan pistol 9 mm. Saria adalah tenaga medis tempur di Garda Nasional Alaska dan baru tujuh bulan menikah.

Prajurit itu tidak meminta bantuan. Ia membeli tempat sampah berkapasitas 96 galon, hidrogen peroksida, dan seprai baru, membersihkan apartemen, lalu membuang jasad istrinya ke saluran drainase air hujan. Kemudian, dari ponsel Saria, ia mengirim pesan kepada rekan-rekan kerjanya untuk memberi tahu bahwa Saria tidak akan masuk kerja. Ia melaporkan Saria hilang dan ikut mencari bersama keluarga Saria, polisi, serta personel militer lainnya. Ibu mertuanya, Meredith Barney, mengenang kejadian itu begini: ia berjalan bersamanya selama berjam-jam mencari putrinya, padahal tahu putrinya sudah meninggal.
Jasad Saria ditemukan pada 10 Agustus. Dalam persidangan, pihak pembela berargumen bahwa Saria telah mengakhiri hidupnya sendiri, tetapi juri menyatakan Hildabrand bersalah atas pembunuhan tingkat dua dan perusakan barang bukti. Menurut Hakim Peter Ramgren, ia tak pernah tampak peduli kepada siapa pun selain dirinya sendiri.


