Terri Schiavo, 26, mengalami henti jantung akibat diet ekstrem dan menghabiskan 15 tahun dalam keadaan vegetatif hingga putusan pengadilan memerintahkan agar alat bantu hidupnya dilepas

Por Sebastián Jerez
6 July, 2026

Theresa Marie Schindler, yang lebih dikenal sebagai Terri Schiavo, baru berusia 26 tahun ketika tubuhnya kolaps pada dini hari di rumahnya di Florida. Di balik kolaps itu ada bertahun-tahun obsesi terhadap berat badan: saat remaja beratnya pernah mencapai 90 kilo dengan tinggi 1.60 meter, dan diet ekstrem menurunkannya menjadi 49. Ketidakseimbangan kalium yang ditimbulkannya menghentikan jantungnya dan memutus suplai oksigen ke otaknya.

Arsip AP

Ia keluar dari koma, tetapi ia tidak pernah benar-benar kembali. Selama 15 tahun ia tetap terperangkap dalam keadaan vegetatif persisten, sementara suaminya Michael Schiavo, yang ditunjuk sebagai wali hukum, dan orang tuanya, Robert dan Mary Schindler, melancarkan perang hukum mengenai apakah ia harus hidup atau mati. Konflik itu meningkat hingga sampai ke Kongres Amerika Serikat, Mahkamah Agung, dan Presiden George W. Bush sendiri.

Arsip AP

Pada 22 Maret 2005, seorang hakim menolak banding terakhir dari orang tuanya. Tiga belas hari kemudian, tanpa nutrisi atau hidrasi, Terri meninggal pada usia 41. Autopsi mengonfirmasi apa yang sebelumnya sudah dicurigai: otaknya tidak akan pernah pulih.

Arsip AP

Puede interesarte