Dikenal karena karisma, selera humornya, dan perannya dalam Brooklyn Nine-Nine, Terry Crews juga menjadi salah satu selebritas yang paling banyak memicu kontroversi di media sosial karena mengungkapkan pendapat tentang keluarga, maskulinitas, dan pengasuhan.

Salah satu insiden yang paling berkesan terjadi pada 2019. Semuanya bermula ketika Crews mengunggah di X (saat itu Twitter):

“Saya telah berulang kali menegaskan bahwa pasangan sesama jenis dan orang tua tunggal dapat berhasil membesarkan seorang anak. Namun, saya percaya bahwa kasih sayang ayah dan kasih sayang ibu seperti vitamin dan mineral bagi kemanusiaan. Tidak masalah dari mana kasih sayang ayah dan kasih sayang ibu itu berasal. Tujuan saya adalah memberikan kasih sayang ayah.”
Kemudian, seorang pengguna membalas:
“Cinta tidak memiliki gender. Seorang anak tidak akan kelaparan karena hanya menerima cinta dari satu gender.”
Dan Terry Crews menanggapi dengan kalimat yang memicu kontroversi terbesar:
“Namun, mereka akan mengalami kekurangan gizi parah”.
Tweet terakhir itu kemudian dihapus, dan Crews meminta maaf atas pilihan kata tersebut, dengan mengatakan bahwa itu “dirumuskan dengan buruk” (“diungkapkan dengan buruk”), meskipun ia tetap mempertahankan posisinya bahwa kasih sayang ayah dan ibu memiliki fungsi yang berbeda dalam perkembangan seorang anak.

Terry Crews tidak hanya membangun karier sebagai aktor dan pembawa acara, tetapi juga kisah keluarga yang ditandai oleh perjuangan, rekonsiliasi, dan ketekunan. Ia telah menikah sejak 1989 dengan Rebecca King-Crews, seorang penyanyi dan aktris yang dengannya ia memiliki lima anak: Naomi, Azriél, Tera, Wynfrey, dan Isaiah (Naomi adalah putri Rebecca dari hubungan sebelumnya, dan Terry mengadopsinya).

Kini, ia memandang keluarganya sebagai warisan terbesarnya, melampaui ketenaran, mengingatkan kita bahwa di balik sosok pria yang kuat dan karismatik terdapat seseorang yang harus belajar meminta maaf, berubah, dan merawat hal yang paling ia cintai.
