Jennifer berusia 29 tahun dan telah hidup selama hampir 11 tahun dengan sesuatu yang tak semestinya harus ditanggung siapa pun di telinganya.
Semuanya berawal dari tindik tulang rawan yang tidak sembuh dengan baik dan terinfeksi. Yang terjadi kemudian bukanlah infeksi berkepanjangan, melainkan sesuatu yang lebih sulit disadari: tubuhnya mulai memproduksi jaringan parut secara tak terkendali, hingga terbentuk empat keloid, dua di setiap telinga.

Seiring waktu, keloid-keloid itu tumbuh hingga seukuran bola golf, dan masalahnya bukan sekadar soal penampilan: ia menderita nyeri, gatal, sakit kepala, mual, pusing, bahkan kehilangan sebagian pendengarannya.

Dokter kulit Sandra Lee, yang terkenal dengan nama Dr. Pimple Popper, mengangkat keempat benjolan itu dalam episode perdana musim 3 acaranya. Salah satunya begitu besar sehingga ia harus mengangkat bagian telinga lebih banyak daripada yang direncanakan, dan salah satunya memerlukan cangkok kulit.

Di telinga lainnya, ia mendapati bahwa sesuatu yang tampak seperti satu benjolan ternyata terdiri dari dua benjolan. Saat ditimbang: 397 gram. Untuk mencegahnya tumbuh kembali, Jennifer menjalani terapi radiasi superfisial, dan sebulan kemudian ia tak lagi mengalami pusing atau sakit kepala serta bisa memakai headphone lagi.

