Sebuah pusat holistik di Kosta Rika, Gaya Tree, menawarkan lokakarya bela diri untuk perempuan. Namun alih-alih mengajarkan pukulan atau kuncian, metodologinya terdiri dari berjalan melingkar dan, saat menghadapi serangan simulasi, mengatakan “Tinggalkan aku sendiri”. Lalu, semua murid mengulangi frasa itu secara serempak. Video tersebut menjadi viral dan memicu gelombang ejekan.

Kritik datang dari berbagai pihak. “Bagaimana jika penyerangnya tidak berbicara bahasa Spanyol?”, tanya seorang pengguna. “Bagaimana jika mereka tidak peduli dengan apa yang Anda katakan?”, tambah yang lain. Komentar-komentar itu mengejek baik para instruktur maupun para murid.

Lokakarya itu membela pendekatannya: “Memiliki jaringan dukungan adalah bagian dari apa yang membantu kita menghadapi situasi sulit”. Namun, para pengkritik menunjukkan bahwa usulan itu naif dan berbahaya. Kontroversi ini masih terbuka, dan videonya sudah menjadi salah satu yang paling banyak dikomentari di media sosial.

