Sebuah rompi berukuran sangat besar dan sebuah foto di media sosial sudah cukup untuk memicu kreativitas ribuan pengguna.
“Apakah sandwich milanesa bisa muat?”, tanya seseorang tentang sakunya. Yang lain menghitung berapa harga “sehektare rompi”. Seseorang bahkan ingin tahu apakah tersedia warna hitam, karena “itu membuatku terlihat lebih langsing”. Komentar pun berlipat ganda, dan pakaian dari Kalorias, toko Argentina yang menjual pakaian ukuran plus dan pakaian khusus, menjadi momen viral hari itu.


Tetapi di balik tawa ringan itu terdapat kisah yang berbeda. Kisah orang-orang yang selama bertahun-tahun tidak bisa menemukan pakaian dengan ukuran mereka di toko mana pun. Kalorias mengklaim bahwa pakaian mereka memiliki ukuran yang benar-benar sesuai, dirancang agar setiap pelanggan merasa nyaman dengan tubuh mereka apa adanya. Apakah ini sebuah tindakan inklusi, atau justru menyembunyikan sesuatu yang lebih mengkhawatirkan?
