“Untuk Malvinas, untuk Diego, untuk yang terakhir bagi Leo”

Por Juan Pablo González
13 July, 2026

Ada lagu yang hanya sekadar lagu. Dan ada yang lain yang merupakan seluruh negeri yang termuat dalam tiga bait.

Yang ini menjadi lagu kebangsaan Argentina di Piala Dunia. Para pemain menyanyikannya, penonton meneriakkannya, para penggemar membisikkannya di belahan lain planet ini. Karena ini bukan tentang sepak bola: ini tentang kenangan.

Untuk Malvinas, untuk mereka yang sudah tidak ada di sini. Untuk Diego, yang memberikan segalanya dan pergi terlalu cepat. Dan untuk yang terakhir bagi Leo, kapten pemalu yang masih memiliki satu pertarungan tertunda sebelum menggantung sepatunya.

Kini Inggris muncul, dan takdir, yang terkadang menulis dengan ironi, mempertemukan mereka lagi. Seperti pada 86, ketika Maradona menjadikan sebuah sore abadi. Empat puluh tahun kemudian, nomor sepuluh lainnya bermimpi mengulangi pencapaian itu.

Ini bukan balas dendam. Ini akan menjadi sepak bola, yang merupakan cara paling mulia untuk menyelesaikan urusan lama.

Puede interesarte