

Dia baru berusia 3 tahun dan meminta ayahnya menceritakan sebuah kisah kepadanya.
Kisah sederhana, tentang seorang anak perempuan yang memperlakukan ayahnya dengan buruk. Namun sebelum kisah itu berlanjut, sesuatu di dalam dirinya runtuh. Matanya dipenuhi air mata dan dia tak mampu menahan isak tangisnya: sekadar membayangkan seseorang bersikap kejam kepada ayahnya saja sudah tak tertahankan baginya.
Orang tuanya, yang terkejut, merekam momen tersebut. Ayahnya mengunggah video itu dengan menjelaskan “momen ketika Anda menyadari bahwa putri Anda sangat berempati”, dan frasa itu merangkum perasaan jutaan orang ketika melihatnya: bahwa beberapa hati bisa hancur bahkan hanya karena kisah yang dibuat-buat, ketika cinta itu senyata cinta anak perempuan ini kepada ayahnya.
