Elías Jorge tidak pernah menyelesaikan sekolah.

Sepanjang hidupnya, ia bekerja agar putranya, Pertiano Sossa, bisa belajar, dan ketika bekerja saja tidak cukup, ia menjual apa yang dimilikinya. Pertiano kini menjadi guru dan penulis, memiliki gelar sarjana dan tiga gelar pascasarjana. Dan ia memutuskan bahwa sudah waktunya untuk membalas budi.
Pada bulan April, di Sekolah Munisipal Yeda Barradas Carneiro di Morro do Chapéu, Brasil, Pertiano memasuki kelas pendidikan orang dewasa sambil membawa kue dan bunga. Di hadapan semua orang, ia menceritakan kisah ayahnya: bagaimana sang ayah mengorbankan mimpinya sendiri untuk membiayai pendidikan terbaik bagi putranya. Elías, yang sudah lanjut usia, terharu hingga meneteskan air mata saat mendengarkan.
Kini dialah yang kembali ke ruang kelas, sementara Pertiano-lah yang membelikan buku catatan dan membantunya mengerjakan pekerjaan rumah. Video yang direkam hari itu telah ditonton lebih dari satu juta kali. Kalimat yang diulangi Elías meskipun tidak mengenyam pendidikan formal akhirnya mendidik seluruh keluarga: hidup bisa merenggut segalanya darimu kecuali pengetahuan.
