Kreator konten asal Kuba, Cuba Swe, menjadi viral setelah mengatakan bahwa pasangannya yang orang asing sama sekali tidak berani memanggilnya “si kecil Black-ku” sebagai panggilan sayang karena takut seseorang akan menegurnya… atau dia sendiri malah tersinggung.

Dalam video tersebut, influencer itu menjelaskan sambil tertawa bahwa di Kuba kata-kata seperti “Black” atau “si kecil Black” biasanya digunakan dengan sangat sehari-hari dan penuh kasih, bahkan di antara orang-orang dengan warna kulit yang berbeda, jadi baginya julukan itu tidak pernah bermaksud menyinggung. Namun, pacarnya tampaknya terlalu khawatir tentang bagaimana hal itu bisa ditafsirkan di luar konteks Latin.


Situasi itu akhirnya memicu perdebatan yang seru tetapi intens di media sosial tentang besarnya perbedaan budaya antarnegara, terutama ketika ungkapan yang dianggap normal atau penuh kasih di Amerika Latin bisa dipandang tidak pantas atau kontroversial di belahan dunia lain.
