

Maria Clara hanya menginginkan sejenak kedamaian bersama Alkitabnya.
Ia duduk di sofa di rumahnya di Brasil, membuka buku itu di pangkuannya, dan mulai membaca dengan lantang, seperti yang dilakukannya setiap hari. Namun kali ini ia tidak sendirian: empat anak kucing — tiga berwarna krem dan satu sepenuhnya hitam — duduk tepat di depannya, berjajar, menatap ke atas seolah-olah mereka memahami setiap kata.
Tidak ada satu pun dari mereka yang mengeong, dan tidak ada satu pun yang beranjak dari tempatnya. Mereka hanya tetap di sana, diam dan penuh perhatian, seolah-olah renungan itu juga ditujukan untuk mereka. Video adegan itu dipenuhi komentar dari orang-orang yang mengklaim bahwa kucing-kucing itu tahu persis apa yang sedang terjadi. Mungkin mereka tidak memahami teksnya, tetapi mereka memahami sesuatu yang lebih sederhana: bahwa ini adalah saat untuk tetap dekat dengannya.
