

Ia telah melakukan segalanya untuk keluarganya.
Sambil bersandar pada pegangan tangga, seorang ibu menyaksikan dengan bangga suami putrinya memasak, sebuah tugas yang selama hidupnya selalu dilakukan oleh para perempuan dalam keluarganya.
Putrinya berkata bahwa ia tumbuh dalam keluarga di mana “laki-laki tidak memasak”, yang sangat berbeda dengan keluarga pasangannya. Jadi, bagi ibunya, menyaksikan sang menantu menyiapkan makanan memiliki makna lebih: putrinya bisa berbagi tanggung jawab yang selama ini dipikul ibunya sendirian.
Siklus itu pun terputus melalui sebuah tindakan sehari-hari. Putrinya tidak harus melakukan segalanya: ada seseorang yang bersedia berbagi tugas itu, sebagaimana seharusnya selalu.
