Sebuah momen dari Top Chef VIP memicu reaksi kuat di media sosial setelah salah satu kontestan menangis tersedu-sedu saat mengetahui bahan yang harus ia siapkan: seekor marmut utuh, yang juga dikenal sebagai cavy.
Peserta tersebut adalah aktris Meksiko Nailea Norvind, yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat hewan itu. Begitu melihatnya, ia mulai menangis dan berkata: “Itu bayi”, sambil menyatakan keberatannya karena harus memasaknya.

Momen itu segera memicu diskusi di antara para penonton. Sebagian orang mengkritik keras acara tersebut karena menampilkan hewan itu dengan cara seperti itu dan mempertanyakan keputusan untuk menggunakannya sebagai bahan masakan di televisi.
“Siapa yang mengira bahwa menaruh bangkai hewan itu seperti itu agar bisa dimasak di televisi adalah ide yang bagus”, tulis seorang pengguna, sementara pengguna lain mempertanyakan penataannya: “Produksinya buruk sekali, siapa yang mengira bahwa menaruhnya dalam posisi janin adalah ide yang bagus, hanya untuk menghasilkan konten bodoh mereka?”

Yang lain bahkan lebih keras dan mempertanyakan orang-orang yang membela kebiasaan memakan hewan itu: “Mereka yang mengatakan rasanya enak itu tidak waras; kurasa kalian juga makan anjing”.
Namun, sisi lain dari diskusi itu juga muncul. Sebagian penonton menganggap reaksi tersebut berlebihan dan mengingatkan bahwa marmut dimakan sebagai makanan di berbagai wilayah Amerika Selatan, terutama di kawasan Andes.

“Mereka makan daging sapi, ayam, ikan dan marah-marah karena seekor marmut. Dan ya, marmut dimakan seperti hewan lainnya”, komentar orang lain.
Faktanya, marmut bukan makanan yang tidak lazim di beberapa negara Amerika Latin. Konsumsinya merupakan bagian dari tradisi kuliner Andes dan marmut dapat ditemukan dalam berbagai olahan, terutama di Peru, Ekuador, Bolivia dan Kolombia.

Itulah sebabnya video tersebut akhirnya memicu diskusi yang jauh melampaui reaksi kontestan: Apakah memasak hewan yang oleh banyak orang dianggap sebagai hewan peliharaan berbeda, meskipun di budaya lain hewan tersebut merupakan makanan tradisional?

Ketika media sosial tetap terbelah antara mereka yang menganggap adegan itu kejam secara tidak perlu dan mereka yang menunjukkan bahwa marmut merupakan hewan yang secara tradisional dimakan, momen tersebut menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan di musim Top Chef VIP kali ini.
Tonton videonya di sini:
