Mereka meninggalkan tas mereka karena diwajibkan. Mereka dijanjikan bahwa tas-tas itu akan aman. Dan mereka menemukannya seperti ini.

Sebuah video yang menyebar luas di media sosial memperlihatkan pemandangan itu: puluhan tas dan dompet milik penggemar Piala Dunia 2026 menumpuk di samping kantong sampah dan limbah, tanpa keteraturan, tanpa keamanan yang nyata, tanpa kontrol apa pun. Di antara orang-orang yang terlihat dalam rekaman itu, seorang perempuan dengan panik mengobrak-abrik tumpukan tersebut mencari dompet Louis Vuitton miliknya — salah satu detail yang paling memicu kemarahan di media sosial. Alasan barang-barang itu berada di luar sederhana: FIFA melarang masuk dengan tas yang lebih besar dari 30 × 30 × 15 sentimeter, hanya mengizinkan dompet kecil atau tas transparan dengan dimensi tertentu. Menghadapi aturan itu, para penggemar diberi tahu bahwa barang-barang mereka akan disimpan dengan aman sementara mereka menikmati pertandingan.

Hasilnya adalah kekacauan ini. Karena menerapkan langkah keamanan adalah satu hal, dan memperlakukan barang-barang milik orang seolah-olah itu sampah adalah hal yang sangat berbeda. 😳
