Menurut Anda, sudah saatnya industri mode memahami bahwa kecantikan sejati, sensualitas, dan daya pikat feminin tidak hanya hadir dalam satu ukuran atau satu bentuk tubuh yang sempurna? 💃🏽✨

Selama puluhan tahun, merek ternama Victoria’s Secret mempromosikan satu standar kecantikan: perempuan yang sangat kurus, tanpa satu pun noda di kulit, tanpa selulit, dan dengan ukuran tubuh yang sama sekali tidak mungkin dicapai oleh sebagian besar perempuan. Lelah melihat lingerie seolah hanya diperuntukkan bagi satu tipe tubuh, model plus-size ternama Tabria Majors memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri lewat sebuah eksperimen visual yang menghebohkan dunia.

Tabria membeli set lingerie yang sama dari katalog resmi, lalu meniru foto demi foto dan pose demi pose dari gambar ikonis para “Angels” ternama itu. Dengan sosok berlekuk yang memukau, selulit yang terlihat, dan rasa percaya diri yang tinggi, ia mengunggah foto-foto berdampingan itu, membuktikan satu hal penting: perempuan plus-size bisa mengenakan dan menjual lingerie dengan daya tarik, keanggunan, dan sensualitas yang sama seperti model konvensional mana pun.


“Aku hanya ingin memberi penghormatan kepada foto-foto favoritku dan menunjukkan bahwa perempuan berlekuk bisa mengenakan dan menjual lingerie sama baiknya dengan model kurus”, ujar sang model saat mengunggah kampanye tersebut, yang langsung menjadi viral.


Gambar-gambar itu memicu revolusi nyata di media sosial. Ribuan perempuan di seluruh dunia memujinya karena menghadirkan visibilitas dan memberdayakan keberagaman bentuk tubuh perempuan, sementara unggahan itu juga memicu perdebatan sengit antara mereka yang mendukung keberagaman dan inklusivitas tubuh dengan mereka yang masih enggan melepaskan standar kecantikan tradisional.

Sebuah gerakan berani yang menunjukkan bahwa harga diri, rasa percaya diri, dan cinta pada diri sendiri adalah busana terbaik yang bisa dikenakan perempuan mana pun 👑❤️🩹
