Deborah Babu pergi ke Tanzania dengan berpikir bahwa ia akan berlibur bersama putrinya dan akhirnya menemukan alasan untuk mengubah hidupnya sepenuhnya.
Pada 2017, wanita Amerika itu bertemu Saitoty Babu di pantai Zanzibar, seorang pria yang 30 tahun lebih muda darinya, yang merupakan bagian dari komunitas Maasai dan menjual cendera mata. Mereka berfoto, bertukar nomor telepon, dan mulai berbicara. Perlahan-lahan, apa yang tampak seperti pertemuan singkat akhirnya berubah menjadi sebuah hubungan.

Ketika Deborah kembali ke Amerika Serikat, keduanya tetap berhubungan, dan akhirnya Saitoty melamarnya. Perbedaan usia 30 tahun itu awalnya menimbulkan keraguan dalam dirinya, tetapi justru anak-anaknya yang mendorongnya untuk melanjutkan jika ia benar-benar bahagia.
Deborah kemudian menempuh perjalanan sejauh 15 ribu kilometer untuk kembali ke Tanzania. Pada 2018, mereka melangsungkan pernikahan tradisional Maasai, dan ia akhirnya membangun kehidupan baru bersama Saitoty dan keluarganya.
Pasangan itu menghadapi kritik atas perbedaan usia mereka, dan bahkan ada orang yang mengklaim bahwa mereka tampak seperti nenek dan cucu. Namun, Deborah tegas soal itu: ia tidak pernah membayangkan akan menikah dengan seseorang yang jauh lebih muda, tetapi ia mengatakan bahwa dirinya bahagia dengan kehidupan yang dipilihnya bersama Saitoty.
