Semuanya bermula dari sakit kepala yang diredakan oleh Tan Choon Yen yang berusia 45 tahun dengan obat pereda nyeri. Ia selalu menjadi pria yang sehat, bekerja sebagai supervisor gudang di sebuah toko perangkat keras di Melaka, Malaysia, dan aktif sebagai medium kuil sejak 2023. Dua hari kemudian, ia pingsan dan tidak pernah membuka matanya lagi.

Di rumah sakit, istrinya, Jessica Lam Wen Yunn, 38 tahun, mendengar kabar terburuk: perdarahan otak yang luas, dengan kematian otak yang dikonfirmasi setelah dua kali pemeriksaan. Saat itulah para dokter bertanya apakah ia bersedia mendonorkan organ suaminya. Ia teringat percakapan baru-baru ini antara mereka berdua di depan sebuah gedung di Rumah Sakit Umum Malacca, yang diterangi cahaya hijau untuk kampanye donasi. Saat itu, mereka hanya sedang membicarakan topik sembarangan.

Lam mendonorkan katup jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan kornea suaminya. Ia menyimpan kulit dan tulangnya agar penampilan suaminya tetap terjaga saat pemakaman. Hatinya didonorkan kepada seorang bayi berusia satu tahun yang kini, berkat keputusan yang dibuat di tengah duka tersebut, memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat.