Seorang wanita muda bernama Sam dari Australia memicu kontroversi besar setelah terekam menandai kemeja putih pria yang tidak curiga dengan ciuman lipstik merah.

Video tersebut, yang direkam saat perayaan St. Patrick’s Day, menunjukkan wanita itu tertawa saat mencari korban di klub malam yang ramai. Tujuannya jelas: meninggalkan tanda yang akan sulit dijelaskan saat mereka pulang ke rumah.

“Saya hanya bisa memikirkan berapa banyak rumah tangga yang pasti telah dia hancurkan”, komentar para pengguna di media sosial saat mereka melihatnya merapikan riasannya lagi dan lagi untuk melanjutkan rencananya.

Situasi tersebut, yang awalnya dibagikan oleh akun @littlewank, dengan cepat menjadi viral dan memicu perdebatan tentang batas-batas rasa hormat. Sementara sebagian menganggapnya sebagai lelucon, yang lain mengkritik kurangnya empati, dengan menunjukkan bahwa “jika kita meminta rasa hormat, kita juga harus memberikan hal yang sama”.

Klip itu bahkan memunculkan tantangan serupa di internet, menyisakan pertanyaan apakah noda lipstik sederhana adalah prank yang menyenangkan atau tindakan jahat yang dirancang untuk menciptakan konflik hubungan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Bagaimana menurutmu?
Video viral:
Respons gadis itu:
