Perempuan trans ini mengamputasi telinganya, membelah lidahnya menjadi dua, menato sisik di tubuhnya, dan bahkan mengebiri dirinya sendiri untuk menjadi seekor naga

Por Alexander López
23 May, 2026

Nama Tiamat Legion Medusa (awalnya lahir sebagai Richard Hernández) telah menjadi mitos hidup dalam budaya modifikasi tubuh ekstrem, dan oleh banyak orang dianggap sebagai sosok dengan metamorfosis paling radikal dan mengerikan di planet ini.

Sebelum tampil seperti makhluk mitologis yang langsung keluar dari film horor, Tiamat menjalani kehidupan yang sepenuhnya konvensional. Ia adalah seorang wakil presiden yang sukses di salah satu bank terpenting di Amerika Serikat. Namun, semuanya berubah ketika ia didiagnosis mengidap HIV.

Karena mengira hari-harinya tinggal menghitung waktu, ia membuat keputusan drastis: ia tidak ingin mati dengan penampilan seperti manusia biasa. Ia ingin meninggalkan dunia ini dengan bertransformasi menjadi hewan yang telah membuatnya terobsesi sejak kecil: seekor naga.

Tiamat menginvestasikan lebih dari 80,000 dolar dalam serangkaian prosedur yang menyakitkan dan tidak dapat diubah, yang ditolak untuk dilakukan oleh ahli bedah konvensional:

Amputasi telinga: Ia menjalani operasi ilegal untuk mengangkat sepenuhnya kedua telinga luarnya, sehingga lubang saluran telinganya terbuka seperti milik reptil.

Modifikasi hidung: Sebagian tulang rawan hidungnya dipotong dan lubang hidungnya diperlebar untuk mencapai penampilan yang sepenuhnya datar dan menyerupai ular.

Lidah bercabang: Ia menjalani operasi untuk membelah lidahnya menjadi dua, sehingga kedua ujungnya bisa bergerak secara independen.

Tanduk subdermal: Delapan implan silikon dan logam ditanamkan langsung di bawah kulit dahi dan tengkoraknya untuk mensimulasikan tonjolan naga.

Tato seluruh bola mata: Bagian putih matanya disuntik dengan tinta hijau permanen melalui prosedur berbahaya yang bisa membuatnya buta.

Ia menjalani pengebirian total dan menutupi 95% tubuhnya dengan tato yang meniru sisik reptil yang rumit.

Tiamat mengatakan bahwa menjadi naga adalah caranya untuk melepaskan diri dari trauma masa kecilnya dan dari label-label sosial. 

Kini ia mendefinisikan dirinya sebagai makhluk “hibrida magis” dan mengatakan bahwa transformasinya masih belum selesai

Puede interesarte