Keluarga Ryan Pepper, seorang ayah asal Inggris berusia 27 tahun, mendesak agar bantuan segera diberikan setelah melaporkan bahwa ia tetap dipenjara di Uni Emirat Arab sejak November 2025 tanpa didakwa secara resmi atau dihadapkan ke pengadilan. Menurut kerabatnya, pria muda itu mengatakan bahwa ia tidak tahu mengapa ia ditahan.

Melalui catatan tulisan tangan yang diselundupkan keluar dari penjara, Pepper menceritakan bahwa ia dipukuli selama 19 hari berturut-turut dan bahwa empat giginya dicabut dengan tang selama sesi penyiksaan. Ia juga melaporkan kondisi penjara yang penuh sesak, ancaman, dan tidak dapat berkomunikasi dengan keluarganya.

Saudara perempuannya, Chloe, mengatakan bahwa keluarga itu menghabiskan waktu berminggu-minggu tanpa mengetahui di mana ia berada dan bahwa mereka kini khawatir akan nyawanya.
