Winona Ryder Tidak Pernah Melupakan Johnny Depp

Por Krishna Medina
13 September, 2026

Pada Golden Globe 1991, Winona Ryder menoleh ke arah penonton. Ia sedang mencari sesuatu, atau seseorang; ketika matanya bertemu dengan mata Johnny Depp, wajahnya diterangi senyum yang hanya bertahan beberapa detik. Kemudian cahaya itu memudar dari tatapannya. Momen kecil itu terukir dalam ingatan selamanya.

Mereka bertemu pada 1989, di pemutaran perdana Great Balls of Fire!. Setahun kemudian, mereka diperkenalkan secara resmi: ia berusia 18 tahun, sementara Johnny berusia 26 tahun. Lima bulan kemudian, mereka sudah bertunangan. Tak lama setelah itu hadir Edward Scissorhands, yang disutradarai Tim Burton, film yang mempertemukan mereka di depan kamera dan mengubah kisah cinta mereka di kehidupan nyata menjadi dongeng bagi satu generasi penuh. Johnny menato “Winona Forever” di lengannya.

Malam itu pada 1991, mereka masih bersama. Video tersebut tidak merekam perpisahan atau reuni menyakitkan dua mantan kekasih, seperti yang ditafsirkan banyak orang ketika video itu kembali muncul di media sosial. Video itu justru merekam hal yang sebaliknya: dua anak muda yang sedang jatuh cinta dan masih membayangkan masa depan bersama.

Mereka baru putus pada 1993. Johnny menghapus dua huruf dari tatonya dan mengubah “Winona Forever” menjadi “Wino Forever”, ungkapan yang dapat diterjemahkan sebagai “mabuk selamanya”. Winona, di sisi lain, tidak dapat mengubah kenangannya semudah itu.

“Dia adalah segalanya yang pertama bagiku: ciuman nyata pertamaku, pacar serius pertamaku, tunangan pertamaku, dan pria pertama yang berhubungan seks denganku. Itulah sebabnya ia akan selalu ada di hatiku. Selamanya… lucu rasanya menggunakan kata itu”. Aku pernah mengakuinya.

Perpisahan itu menjerumuskannya ke dalam depresi berat. Winona mencoba mematikan rasa sakitnya dengan alkohol, berhenti merawat dirinya sendiri, dan suatu malam tertidur dengan rokok yang masih menyala. Ketika terbangun, api sudah mulai mengepungnya. Bertahun-tahun kemudian, ia membandingkan masa itu dengan menjalani versinya sendiri dari Girl, Interrupted.

Namun demikian, ia tidak pernah membicarakan Johnny dengan kepahitan. Ketika tuduhan serius terhadap sang aktor muncul beberapa dekade kemudian, Winona menegaskan bahwa ia hanya dapat berbicara berdasarkan pengalamannya sendiri dan mengingatnya sebagai sosok yang penuh kasih sayang serta protektif selama tahun-tahun yang mereka lalui bersama.

Winona membangun kembali hidupnya dan kembali jatuh cinta, tetapi ia tidak pernah membicarakan Johnny seolah-olah ia hanyalah pria lain. Ada orang-orang yang berhenti menjadi bagian dari masa kini kita, tetapi tetap selamanya berada dalam kisah tentang diri kita dahulu.

Puede interesarte