Yan Diomandé mengatakannya dengan lugas: Cristiano Ronaldo selalu menjadi idolanya, dan kini ia mengikuti jejaknya di Real Madrid.

Ada suatu masa ketika ia bahkan tidak mampu membeli jersey bertuliskan namanya. Ia mengaguminya dari kejauhan, menunjuknya di etalase toko, dan mungkin melihatnya dikenakan di TV ribuan kali tanpa bisa memilikinya sendiri.

“Saya sangat bangga bermain untuk klub tempat idola saya bermain. Saya bahkan tidak mampu membeli jersey-nya, dan sekarang saya bermain untuk Real Madrid.”, ungkap Diomandé.
Satu kalimat sederhana yang merangkum seluruh kehidupan penuh pengorbanan—kehidupan seorang bocah yang memimpikan sebuah jersey dan akhirnya mengenakan seluruh lambang klub.
