Jauh sebelum mereka bertemu, Zendaya dan Tom Holland sudah memiliki kesamaan: keduanya tampaknya tidak terlalu memedulikan apa yang dianggap orang lain “untuk anak laki-laki” atau “untuk anak perempuan”. ❤️Semasa kecil, Zendaya berlatih beberapa olahraga dan bermain sepak bola, cabang olahraga yang selama bertahun-tahun memiliki stereotip sebagai olahraga yang terutama untuk laki-laki.
Tom Holland mengalami hal serupa dari sisi yang lain. Ia mulai menari sejak kecil dan kemudian berlatih balet untuk memerankan Billy dalam Billy Elliot the Musical. Melakukannya sebagai anak laki-laki di sekolah khusus laki-laki tidak selalu mudah: sang aktor sendiri pernah mengatakan bahwa ia diejek karena menari dan beberapa teman sekelas bahkan menggodanya karena hal itu.

Namun Tom terus berlatih, dan keterampilan itu pada akhirnya menjadi keunggulan bagi kariernya. Menari memberinya koordinasi, keseimbangan, dan kendali tubuh, kemampuan yang bertahun-tahun kemudian bahkan ia manfaatkan untuk memerankan karakter fisik seperti Spider-Man.
Zendaya juga tidak membiarkan label menentukan apa yang bisa ia coba. Ia bermain sepak bola, bola basket, dan berlatih atletik sebelum menemukan jalannya dalam tari, teater, dan akhirnya akting.
Ia tumbuh besar menendang bola dalam olahraga yang dianggap banyak orang “untuk laki-laki”; ia, menari balet meski ada yang menganggapnya “untuk anak perempuan”. Bertahun-tahun kemudian, foto-foto mereka mengingatkan kita pada sesuatu yang sangat sederhana: bakat tidak memiliki gender.
