“Favoritisme atau penilaian wasit?” Laga Argentina melawan Mesir diwarnai dua kontroversi dengan Messi sebagai pusat perhatian

Por Pablo Román
7 July, 2026

Argentina membukukan salah satu comeback paling dramatis di Piala Dunia 2026, tetapi kelolosan atas Mesir tidak lepas dari kontroversi.

Momen yang memicu perdebatan terjadi ketika Mesir mencetak gol yang tampaknya membuat La Albiceleste berada di ujung tanduk. Para pemain Afrika merayakannya dengan euforia, tetapi kegembiraan itu hanya berlangsung beberapa detik: VAR memanggil wasit François Letexier dan, setelah meninjau tayangan, ia memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena pelanggaran sebelumnya di awal rangkaian serangan.

Keputusan itu memicu kemarahan di kalangan suporter Mesir dan membuka perdebatan besar. Banyak yang mempertanyakan bagaimana sebuah pelanggaran yang terjadi jauh dari area terjadinya gol bisa menghapus gol yang tampak sah, sementara yang lain berpendapat bahwa aturan memang memungkinkan intervensi ketika ada pelanggaran selama fase penyerangan.

Namun kontroversi tidak berhenti di situ.

Di media sosial, ribuan pengguna mulai mengingat kembali insiden lain yang telah memicu perdebatan selama Piala Dunia: tekel keras Messi terhadap seorang lawan yang, menurut sebagian penggemar, bisa saja berujung kartu merah dan pada akhirnya tidak dihukum dengan pengusiran.

Itu sudah cukup untuk memunculkan komentar yang menuduh FIFA memberikan perlakuan istimewa kepada kapten Argentina itu, sementara yang lain membalas bahwa ini adalah keputusan perwasitan subjektif yang terjadi di setiap pertandingan.

Faktanya, Argentina akhirnya lolos setelah comeback epik, tetapi perdebatan tetap ada: bagi sebagian orang, VAR menegakkan keadilan; bagi yang lain, teknologi itu sekali lagi menjadi pusat kontroversi yang melibatkan pemain paling terkenal di turnamen tersebut.

Puede interesarte