“Kita harus meminta maaf kepada Meksiko”: kontras antara upacara pembukaan di Meksiko dan Kanada yang memicu perdebatan sengit di Piala Dunia 2026

Por Pablo Román
12 June, 2026

Hari-hari pembukaan Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan gol dan kegembiraan di lapangan, tetapi juga percakapan tak terduga di media sosial: perbandingan antara upacara pembukaan yang digelar di Meksiko dan Kanada.

Upacara Meksiko saat itu sempat menerima kritik atas berbagai aspek pertunjukannya, tetapi seiring berjalannya hari dan pembukaan di Kanada ditampilkan, banyak pengguna mulai mempertimbangkan kembali pendapat awal mereka. Acara Kanada, yang lebih kalem dan dengan tontonan visual yang lebih sedikit, dipandang oleh sebagian publik sebagai sesuatu yang lebih sederhana dari yang diharapkan untuk turnamen sebesar ini.

Dalam konteks itu, sebuah frasa mulai berulang di media sosial dan menjadi viral di kalangan penggemar: “kita harus meminta maaf kepada Meksiko”, yang merujuk pada gagasan bahwa upacara pembukaan Meksiko telah diremehkan dibandingkan dengan apa yang terlihat kemudian.

Sementara sebagian orang membela kedua upacara itu karena perbedaan budaya dan pendekatannya, yang lain menggunakan kontras tersebut untuk memanaskan perdebatan tentang negara mana yang lebih berhasil merepresentasikan semangat Piala Dunia dalam pembukaannya.

Kenyataannya adalah bahwa, di luar perbedaan pendapat, topik ini berhasil memantapkan diri sebagai salah satu kontroversi viral pertama turnamen, menunjukkan bahwa bahkan di luar lapangan pun Piala Dunia juga dimainkan dalam percakapan global.

Puede interesarte