Seorang pemain basket Prancis menjadi topik pembicaraan di kalangan penggemar olahraga setelah beberapa pendukung mulai menyerukan agar WNBA memberinya kesempatan.

Dia adalah Julie Tétart, seorang pemain transgender yang saat ini berkompetisi di basket putri Prancis dan mengungkapkan keinginannya untuk suatu hari mencapai liga terpenting di dunia.

Pernyataannya dengan cepat mulai beredar di media sosial, di mana beberapa penggemar terkejut dengan kisahnya dan mulai menyerukan agar tim-tim WNBA mengevaluasi kemungkinan perekrutannya.
“Jika mereka menelepon saya, saya tidak akan menolak”, komentar Tétart saat berbicara tentang kemungkinan bermain di Amerika Serikat, meskipun ia juga mengakui bahwa usianya 34 tahun dan persaingan untuk mencapai liga tersebut sangat tinggi.

Pemain tersebut telah menampilkan performa menonjol di Prancis, terutama karena kemampuan fisiknya di bawah ring, dengan mencatatkan angka yang baik dalam poin dan rebound selama musim-musim terakhirnya.
Perdebatan dengan cepat membesar karena kemungkinan kedatangannya di WNBA juga membuka percakapan tentang aturan partisipasi bagi atlet transgender dalam olahraga putri.
Sementara beberapa penggemar percaya bahwa ia seharusnya mendapat kesempatan untuk membuktikan levelnya di lapangan, yang lain mempertanyakan bagaimana aturan harus ditetapkan dalam kompetisi profesional.
Di luar perdebatan tersebut, satu fakta menarik perhatian: hanya dalam beberapa jam, seorang pemain yang bermimpi mencapai WNBA berubah dari itu menjadi memiliki ribuan orang yang meminta untuk melihatnya mengenakan jersey liga.
