Menjelang laga penentuan Spanyol di Piala Dunia 2026, sebuah video lama Lamine Yamal kembali viral dan memicu perdebatan sengit di kalangan fans.
Rekaman itu berasal dari Desember 2022, ketika Spanyol tersingkir oleh Maroko di Piala Dunia Qatar. Saat itu, Lamine baru berusia 15 tahun dan belum melakukan debutnya untuk tim nasional senior Spanyol.

Dalam klip tersebut, ia terlihat merayakan kelolosan Maroko, bahkan mengenakan jersey negara Afrika itu dan mencium lambangnya bersama orang-orang lain. Video itu kembali muncul di media sosial, dan banyak yang mulai mempertanyakan bagaimana seseorang yang kini menjadi salah satu bintang terbesar Spanyol bisa merayakan tersingkirnya tim yang beberapa tahun kemudian justru akan ia bela.
Namun, pengguna lain menyoroti satu detail penting: Lamine Yamal memiliki ayah asal Maroko dan ibu asal Guinea Khatulistiwa, sehingga ia selalu memiliki hubungan keluarga yang kuat dengan Maroko. Pada saat itu, ia belum memulai kariernya bersama tim nasional senior Spanyol dan masih remaja.

Seiring berjalannya waktu, winger itu memilih untuk membela Spanyol, negara tempat ia lahir dan berkembang sebagai pesepak bola, hingga menjadi salah satu bintang terbesar tim nasional dan salah satu bintang terbesar FC Barcelona. Meski begitu, video itu terus muncul lagi setiap kali ia memainkan laga-laga penting bersama La Roja.
Sementara sebagian orang menganggap merayakan Maroko adalah hal yang sepenuhnya wajar karena akar keluarganya, yang lain menilai rekaman itu mencolok mengingat peran yang kini ia tempati sebagai salah satu figur utama dalam sepak bola Spanyol.
Berikut momennya:
